Rabu, 14 Mei 2025

Dilema Antara Driver dan Kepentingan Perusahaan Platform Layanan Digital di Indonesia

    Dalam satu dekade terakhir, kehadiran perusahaan layanan digital seperti Gojek dan Grab telah merevolusi lanskap transportasi dan jasa pengriman/logistik di Indonesia. Mereka menawarkan efisiensi, kecepatan, dan kenyamanan yang sebelumnya sulit diakses oleh masyarakat luas. Namun, di balik kemudahan itu, tersembunyi dilema yang rumit antara kepentingan bisnis perusahaan dan kesejahteraan para driver yang mereka sebut sebagai “mitra”.

    Secara hukum, para driver bukanlah karyawan tetap melainkan mitra usaha. Dengan status ini, perusahaan terbebas dari kewajiban memberikan upah minimum, tunjangan tetap, jaminan sosial, dan hak-hak ketenagakerjaan lainnya. Namun dalam praktiknya, perusahaan mengatur banyak aspek kerja driver: mulai dari algoritma penugasan, insentif, hingga sistem penalti. Ini menciptakan relasi yang kompleks—di mana perusahaan memiliki kendali ketat, namun menghindari tanggung jawab formal sebagai pemberi kerja. Meskipun sebagai mitra, tapi idealnya bermitralah yang baik, saling menguntungkan.

    Dari sisi bisnis, perusahaan platform digital dituntut untuk tumbuh memperluas ekosistem dengan cepat, menjaga keseimbangan pengeluaran dan keuntungan, dan menarik bagi investor. Untuk itu, efisiensi biaya menjadi salah satu kunci, termasuk dalam penentuan tarif jasa dan pembagian komisi dengan driver. Namun di sisi lain, para driver semakin menyuarakan kekecewaan atas rendahnya tarif, tingginya potongan komisi, dan beban kerja yang berat. Tidak jarang terjadi aksi unjuk rasa, boikot aplikasi, hingga mogok massal.

    Perusahaan berada dalam posisi dilematis: menyesuaikan skema insentif agar tetap kompetitif di mata investor, tapi juga tidak boleh mengabaikan kesejahteraan mitra sebagai penggerak utama operasional mereka. Sebab, loyalitas dan kepuasan driver berdampak langsung pada kualitas layanan dan persepsi publik. Isu sosial semacam “eksploitasi digital” atau “perbudakan modern berbasis aplikasi” dapat menjadi bumerang reputasi yang akan dibayar mahal .

    Selain itu, tekanan dari pemerintah dan masyarakat pun mulai meningkat. Banyak pihak mendorong agar status hukum driver diperjelas dan regulasi baru diterbitkan demi melindungi mereka. Beberapa negara bahkan telah mulai mengkategorikan driver aplikasi sebagai pekerja dengan hak-hak dasar tertentu. Jika arah ini diikuti di Indonesia, perusahaan harus siap menghadapi lonjakan beban biaya dan perubahan drastis dalam model operasionalnya.

    Dilema ini menunjukkan bahwa ekonomi digital tidak selalu bebas dari problematika klasik hubungan kerja. Justru, bentuk bisnis platform digital memperumit garis batas antara bekerja sebagai pegawai/karyawan dan sebagai mitra. Ke depan, perlu ada dialog jujur dan terbuka antara perusahaan,  para driver dan pemerintah sebagai regulator. Solusinya bukan semata pada regulasi atau protes, melainkan pada perumusan ulang sistem kemitraan/kepegawaian yang benar-benar adil, transparan, dan berkelanjutan.

    Sebab pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi digital hanya akan bermakna jika memberi manfaat tidak hanya bagi pemegang saham, tetapi juga bagi mereka yang menjalankan roda di lapangan yaitu para driver.

Menjadi Kader Muhammadiyah Berarti Menjadi Manusia yang Tercerahkan

Refleksi Pascakegiatan Baitul Arqam Pegawai

Kegiatan Baitul Arqam bukan sekadar ujian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan semata tapi juga forum penguatan ideologi, pemahaman keislaman, serta pembentukan karakter dan jati diri sebagai kader persyarikatan. 

Setelah kontemplasi pascakegiatan tersebut, muncul sebuah refleksi bahwa "Menjadi kader Muhammadiyah berarti menjadi manusia yang tercerahkan." ungkapan ini merupakan refleksi dari akumulasi nilai-nilai mendasar yang diusung oleh Muhammadiyah sejak awal berdirinya.


Makna Pencerahan dalam Konteks Muhammadiyah

Muhammadiyah lahir sebagai gerakan Islam yang membawa semangat tajdid (pembaruan) dalam berbagai dimensi kehidupan umat yang mengalami kegelapan spiritual dan sosial. K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri tidak hanya membangun organisasi, tetapi juga membangun kesadaran umat untuk bangkit dari keterbelakangan berpikir, keterbelakangan sosial, dan stagnasi spiritual. Dalam konteks inilah, pencerahan berarti membangkitkan nalar kritis berkemajuan, menguatkan spiritualitas dalam ketauhidan, serta menghadirkan amal nyata bagi umat, bangsa dan alam semesta.

Seorang kader Muhammadiyah tidak cukup hanya memahami ajaran Islam secara ritual, tetapi juga harus mampu menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan. Pencerahan adalah kemampuan untuk melihat kehidupan ini dengan dasar nilai-nilai Islam yang sebenarnya dalam mengambil sikap dan keputusan.


Menjadi Manusia yang Tercerahkan

Menjadi manusia yg tercerahkan berarti menjadi manusia yang terbuka hati dan pikirannya dengan ajaran Islam, sehingga tau mana yang benar mana yg salah, mana yang harus dilakukan mana yang tidak perlu dilakukan, mana yang baik mana yang buruk. Seorang kader tercerahkan akan selalu berupaya memperbaiki diri serta lingkungannya dengan semangat fastabiqul khairat.

Pencerahan inilah yang membedakan kader Muhammadiyah dari sekadar aktivis organisasi. Kader yang tercerahkan tidak hanya memiliki kesadaran ideologis dan spiritual yang mendalam tapi juga loyal pada struktur gerakan persyarikatan. Ia memahami bahwa keberadaannya di Muhammadiyah bukan untuk mencari kehormatan dunia, melainkan untuk berjuang menegakkan nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. 

Rabu, 29 Januari 2025

Literasi dalam Kehidupan Mahasiswa

Literasi secara umum adalah kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara efektif dalam berbagai konteks kehidupan. 

Awalnya, literasi hanya dikaitkan dengan kemampuan baca-tulis, tapi seiring dalam perjalanan waktu maknanya menjadi semakin luas.

Singkatnya makna literasi yaitu kemampuan/pemahaman/keterampilan pada bidang tertentu.

Dalam menghadapi dunia akademik dan kehidupan di era modern, mahasiswa perlu menguasai enam literasi dasar. Literasi ini bukan hanya meningkatkan keterampilan berpikir kritis, tapi juga membantu dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam studi, karier, maupun kehidupan sehari-hari.


Ada 6 literasi dasar yang wajib dimiliki oleh mahasiswa :

1. Literasi Membaca dan Menulis

Literasi membaca dan menulis merupakan kemampuan dasar dalam memahami teks secara mendalam dan mengungkapkan gagasan dalam bentuk tulisan yang baik dan benar. Mahasiswa yang memiliki literasi ini akan lebih mudah dalam menyusun laporan, artikel, makalah, dan tugas akademik lainnya.

Implementasi dalam kehidupan mahasiswa:

-Menulis artikel ilmiah dan skripsi

-Menyusun laporan penelitian

-Memahami dan menggunakan bahasa asing, terutama bahasa Inggris


2. Literasi Numerik

Literasi numerik berkaitan dengan kemampuan memahami, mengolah, dan menganalisis angka, simbol, grafik, serta tabel dengan akurat. Mahasiswa yang memiliki literasi ini akan lebih mudah dalam memahami data kuantitatif dan mengambil keputusan berbasis angka.

Implementasi dalam kehidupan mahasiswa:

-Menghitung konsentrasi larutan dalam eksperimen

-Menganalisis keuntungan dan kerugian dalam bisnis

-Menghitung rata-rata nilai, jarak, kecepatan, dan durasi


3. Literasi Sains

Literasi sains adalah kemampuan memahami dan menjelaskan fenomena ilmiah secara sistematis serta mengembangkan pola pikir kritis berbasis metode ilmiah. Mahasiswa dengan literasi ini akan lebih mudah dalam memahami konsep-konsep sains yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Implementasi dalam kehidupan mahasiswa:

-Menjelaskan proses terjadinya hujan berdasarkan prinsip ilmiah

-Memahami penyebab penyakit seperti diabetes dan infeksi Covid-19

-Mampu mencari, membaca, dan memahami artikel jurnal ilmiah yang bereputasi


4. Di era teknologi yang terus berkembang, literasi digital menjadi keterampilan yang sangat penting. Literasi ini mencakup kemampuan dalam menggunakan media digital, perangkat lunak, dan berbagai program komputasi yang mendukung kegiatan akademik dan profesional.

Implementasi dalam kehidupan mahasiswa:

-Mendesain presentasi atau materi visual secara sederhana

-Mengedit video untuk keperluan akademik atau media sosial

-Mengoperasikan perangkat lunak seperti SPSS, AI, dan berbagai aplikasi lainnya

-Mengikuti perkembangan tren digital, termasuk platform hiburan dan edukasi


5. Literasi Budaya

Literasi budaya adalah kemampuan dalam memahami dan menghargai kebudayaan, baik budaya daerah maupun global. Kemampuan ini penting bagi mahasiswa agar dapat bersikap bijak dalam berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda.

Implementasi dalam kehidupan mahasiswa:

-Mengenal dan memahami makanan khas daerah serta pakaian tradisional

-Menghargai nilai-nilai budaya dalam kehidupan sosial

-Menyesuaikan diri dengan lingkungan multikultural di kampus maupun dunia kerja


6. Literasi Finansial

Literasi finansial adalah pemahaman mengenai konsep keuangan, termasuk pengelolaan uang, investasi, dan manajemen risiko. Mahasiswa dengan literasi ini akan lebih siap dalam menghadapi tantangan finansial dan mengelola keuangannya secara bijak.

Implementasi dalam kehidupan mahasiswa:

-Memahami konsep keuntungan, kerugian, serta potensi investasi

-Mengelola keuangan pribadi dengan baik, seperti menabung dan mengatur pengeluaran

-Memulai usaha kecil atau bisnis sebagai bentuk kemandirian finansial


Dengan menguasai keenam literasi dasar ini, mahasiswa tidak hanya lebih siap menghadapi tantangan akademik, tetapi juga lebih siap dalam menjalani kehidupan setelah lulus. Literasi yang baik akan membantu dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, serta peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Rabu, 24 April 2019

Preimplantation Genetic Diagnosis : Kemajuan Teknologi untuk Mengeliminasi Pewarisan Penyakit Genetik

Terdapat berbagai masalah terkait dengan mendapatkan keturunan normal yang ada di masyarakat, misalnya susah mendapat keturunan atau susah hamil, memiliki resiko penyakit menurun genetik namun menginginkan keturunan yang normal dan bahkan menginginkan keturunan dengan jenis kelamin tertentu. Seiring dengan berkembangnya teknologi kesehatan masalah memperoleh keturunan sesuai kriteria yang diinginkan pun dapat dilakukan.

Preimplantation Genetic Diagnosis (PGD) adalah pengamatan profil embrio sebelum mengalami penempelan (implantasi) di dinding rahim (uterus). PGD disebut juga diagnosis embrio prenatal. PGD yang digunakan untuk menentukan adanya penyakit genetik tertentu dari suatu silsilah keluarga disebut dengan Preimplantation Genetic Haplotyping (PGH), hal itu merupakan tujuan utama dikembangkannya suatu metode lanjut untuk membuat supaya bayi bebas penyakit dan kelainan serta dapat mengurangi kasus aborsi.

Penelitian pertama aplikasi PGD dilaporkan dalam jurnal Nature dilakukan oleh Handyside, Kontogianni dan Winston (1990) di Hammersmith Hospital, London. Pada dua pasangan yang diketahui memiliki resiko mewariskan penyakit genetik adrenoleukodystrophy dan retardasi mental terpaut kromosom-X, dua embrio berjenis kelamin perempuan ditransfer setelah melalui prosedur in vitro fertilization (IVF). Biopsi (pengambilan jaringan hidup) sel tunggal embrio pada fase 8 sel dilakukan dan penentuan jenis kelamin dengan amplifikasi DNA urutan berulang spesifik pada kromosom-Y. Pada dua pasangan tersebut dihasilkan dua anak kembar perempuan yang normal.

Pembuahan sel gamet atau sel kelamin manusia ada dua macam. Pertama, pembuahan di dalam tubuh secara normal, secara inseminasi sperma dalam rahim dan Gamete Intra Fallopian Transfer (GIFT). Kedua, pembuahan di luar tubuh (sering disebut dengan bayi tabung) secara IVF dengan inseminasi sperma dan Intra-cytoplasmic Sperm Injection (ICSI). Jika sperma normal maka IVF dapat dilakukan secara inseminasi namun jika tidak normal dilakukan ICSI dengan menyeleksi sperma terbaik.

Tahapan IVF secara umum yaitu : (1) stimulasi ovulasi dengan administrasi hormon dan monitoring; (2) Pengambilan sel telur yang telah matang; (3) Pengambilan dan seleksi sperma terbaik; (4) Pembuahan secara inseminasi atau ICSI dalam lingkungan terkontrol; (5) Transfer embrio yang berhasil melalui pembuahan ke dalam rahim.

Di Indonesia terdapat beberapa syarat untuk melakukan bayi tabung yang diatur dalam UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 yaitu hanya pasangan suami istri resmi yang dapat melakukan prosedur ini, proses pemindahan embrio hanya dapat dilakukan pada rahim istri dan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Terlepas dari kontroversi bioetika di dalamnya, teknologi ini memang perlu pengkajian dengan berbagai ahli dari multidisiplin.

PGD memerlukan metode teknologi reproduktif berbantu (assisted reproductive technology/ART) dan IVF untuk mengevaluasi embrio. Embrio-embrio yang akan diperiksa untuk PGD didapatkan melalui biopsy blastomer atau blastosit setelah sel telur dan sel sperma mengalami pembuahan. Preimplantation Genetic Screening (PGS) merupakan serangkaian tes untuk memeriksa embrio apakah mengalami kromosom abnormal, kemudian pada 2016 diubah istilahnya menjadi Preimplantation genetic diagnosis for aneuploidy (PGD-A).

Pengembangan aplikasi metode PGD terus dilakukan sejak pertama kali diperkenalkan untuk mengeliminasi penyakit genetik agar tidak diwariskan ke keturunan selanjutnya. Hal ini juga bermanfaat karena dapat membuat seseorang mendeteksi ada atau tidaknya abnormalitas pada embrio sebelum implantasi pada rahim dibandingkan terjadi kehamilan keturunan yang abnormal di dalam rahim, sehingga dapat mengurangi resiko aborsi janin.


Artikel Ilmiah Populer (dimuat dalam KR Jogja)

Kamis, 22 November 2018

Mengisi Kegiatan Selepas Lulus Kuliah

Bismillahirrahmanirrahiim.. Alhamdulillahirabbil'alamin..
Allahumasholi'ala muhammad wa'ala alihi washohbihi wasalim..

Semua orang yg kuliah pasti menginginkan lulus dengan lancar dan sukses. Kelulusan haruslah disyukuri karena merupakan pencapaian dan kepuasan dari upaya dan kerja keras saat kuliah yang akhirnya terbayarkan bahkan kelulusan juga merupakan suatu kebanggaan bagi keluarga. Namun ada baiknya jangan terlena terlalu lama karena kelulusan itu bukanlah akhir perjuangan hidup tapi kelulusan merupakan awal babak tantangan hidup yang baru.

Mudah saja untuk menikmati kelulusan namun sesiap apa Anda menjalani kehidupan setelah lulus kuliah? Tidak semua orang mampu dengan tegas menjawab pertanyaan ini, mau apa setelah lulus kuliah. Hal ini wajar saja karena kita tidak tahu bagaimana masa depan kita. Yang dapat kita lakukan hanyalah menjalani kehidupan ini dengan mengambil kesempatan-kesempatan yang ada.

Setelah lulus kuliah akan ada tantangan hidup yang baru yaitu bekerja nyata dalam masyarakat. Setelah lulus dari perkuliahan akan ada tuntutan pribadi ataupun sosial umumnya adalah mendapatkan matapencaharian/pekerjaan. Namun tidak semua orang akan langsung cepat mendapat pekerjaan yang diinginkan. Ada yang seminggu dapat, sebulan dapat, berbulan-bulan baru dapat bahkan setahun baru dapat. Jangan sampai ada waktu kosong yang terbuang untuk menunggu dapat kerja.

Baiklah berikut ini saya sedikit berbagi sebagai aktualisasi semangat berbagi dari pengalaman pribadi, aktivitas apa saja yang bisa dilakukan selepas lulus dari kuliah selagi menunggu atau memantapkan diri ingin akan berkarir di mana.

1. Kursus bahasa Inggris
Jaman sekarang soft skill berbahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam banyak bidang profesional. Untuk mencari kerja atau beasiswa umumnya akan diutamakan yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Paling tidak kita berbekal TOEFL sehingga punya keunggulan untuk daftar kerja atau beasiswa.

2. Magang proyek penelitian dosen
Magang proyek penelitian dosen ini bermanfaat untuk menambah pengalaman atau jam terbang keterampilan kita dalam suatu pekerjaan, selain untuk mengisi waktu yang bermanfaat dan bisa juga dapat uang lelah. Setelah lulus bisa browsing dosen atau peneliti di institusi atau lembaga yang diminati. Katakan kata kuncinya "saya sangat tertarik dengan bidang tersebut, apa yang dapat saya bantu".

3. Kerja magang atau kerja partime
Baru-baru ini beberapa perusahaan BUMN mengadakan program internship atau bisa juga perusahaan lainnya. Segera bergerak untuk mencari perusahaan yang ada program internshipnya karena biasanya ada syarat maksimal lulus kuliah 1-2 tahun. Bisa juga mencari informasi ini dari koneksi dosen yang ada di universitas waktu kuliah dulu.
Kalau ingin tantangan coba aja daftar ojek online. Hehee.. lumayan mengisi waktu yang bermanfaat.

4. Cari beasiswa
Jangan berkecil hati atau pesimis dengan kesempatan beasiswa untuk studi lanjut. Sambil mengisi waktu dengan aktivitas bermanfaat lainnya tetap kejar syarat-syarat untuk beasiswa. Semua orang yang lulus kuliah memiliki kesempatan untuk bisa studi lanjut dengan beasiswa.
Itulah karena kita tidak tahu masa depan kita, siapa tahu ada kesuksesan dapat beasiswa. Kita akan tahu hasilnya jika mencoba, tp tak akan pernah tahu jika belum mencoba.

5. Ikut volunteer atau relawan
Biasanya terbuka kesempatan untuk menjadi relawan misalnya relawan kesehatan bantu2 ikut donor darah, relawan lingkungan, relawan ekspedisi, relawan institusi penyakit kanker, spektrum autis, relawan pendidikan daerah tertinggal dan lain-lain.

6. Wirausaha
Mulailah berwirausaha sejak dini karena itu memunculkan sikap mandiri dan jiwa kepemimpinan secara pribadi ataupun sosial. Kalau belum bisa yang besar maka yang kecil saja sudah cukup. Manfaatkan marketplace onlineshop, karena sekarang sudah memasuki revolusi industri 4.0 di mana akan ada banyak unsur teknologi jaringan dan informasi untuk membantu produksi dan penjualan.

Baiklah, itu semua yang saya tahu. Semoga informasi di atas bermanfaat. Jangan sampai menyesali waktu yang terbuang karena masih bingung tidak melakukan apa-apa setelah lulus kuliah.

Akhir kata, mohon maaf bila ada salah dan kurangnya.. wallahu'alambishowab..
(Aditya Rahman Ernanto, Novemver 2018)

Sabtu, 27 Oktober 2018

Mencari Jodoh yang Berkah

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.. alhamdulillahirabbil'alamin dan semoga shalawat dan salam selalu terlimpah pada Rasulullah Muhammad SAW.. saya menulis ini semata2 dengan niatan semangat ingin berbagi bukan merasa paling benar atau menyombongkan diri. Semoga ada hikmah kebaikan2 di dalamnya yg dapat dijadikan pelajaran.

Pada dasarnya setiap makhluk hidup memiliki fase bertumbuh lalu berkembang. Sama halnya dengan manusia dari semenjak dilahirkan akan mengalami fase pertumbuhan fisiknya kemudian perkembangan kematangan aspek seksualnya (baik berpengaruh fisik maupun mental).

Ketika seseorang telah mengalami perkembangan atau kematangan maka akan mulai adanya rasa suka dengan lawan jenis. Hal ini tentunya tidak dapat ditahan-tahan karena sudah secara alamiah terjadi. Jika sudah mampu maka menikah adalah jawabannya. (Cukup mampu aja jangan ditambah2 mapan atau kemewahan lainnya). Kesiapan untuk menikah tidak ada patokannya, biasanya klo sudah berani dan mampu bertanggung jawab terhadap pasangan, siap menerima baik buruk pasangan dan khawatir terjerumus dosa zina namun ada dorongan untuk melampiaskan nafsu biologis itu sudah tanda-tanda siap menikah.

Sebelum akan menuju pernikahan tentunya tahapan awal yang akan dilalui adalah memilih jodoh. Karena menikah adalah suatu tahapan besar dalam hidup kita yang akan berpengaruh bagi peradaban manusia ke keturunannya dan harapannya akan dilalui sampai akhir hayat, maka proses memilih jodoh ini juga harus dilakukan dengan baik dan benar. Misalnya meskipun kita sudah suka sama suka dengan lawan jenis tapi apakah yakin itu yang terbaik bagi kita, apakah yakin benar2 akan berjodoh dengannya. Hanya Allah lah yang paling tahu, maka jangan sampai melampaui batas.

Karena ikhtiar mencari jodoh juga diniatkan ibadah maka harus diikhtiarkan keberkahannya, kemuliaan prosesnya. Misalnya ada orang yg pacaran (klo kata kawan saya "pacaran itu adalah aktivitas bukan status") dan yang lainnya menjalani nadzor. Keduanya tujuannya sama2 ingin kenal, ingin mengetahui seluk beluk calon pasangan masing2 tapi yang berbeda adalah keberkahannya, kemuliaan prosesnya.

Kata sahabat saya yg sepertinya mengutip dr hadits "perbuatan dosa itu cirinya rasa tidak tentram/gundah dan khawatir diketahui orang lain". Klo orang pacaran kan biasanya ada perasaan gundah-galau dan juga takut ketemu orang lain yang kenal (atau klo ndk ada malu atau msh belum paham yaa malah diumumkan) sedangkan proses nadzor adalah pertemuan yang terkontrol oleh mahram atau guru ngaji atau teman dekat pihak wanita yang tidak disebarluaskan untuk menjaga kemuliaan prosesnya.

Berikut ini tahapan-tahapan mencari jodoh yang berkah menurut pengalaman pribadi saya. (Terus bagaimana kita tahu kalau prosesnya itu ada keberkahan di dalamnya.. jawabannya kalau sudah sesuai tuntunan sunnah Rasulullah SAW dan Sahabat lalu prosesnya mudah dan lancar, insyaAllah ada keberkahan di dalamnya, ada ketentraman dalam hati karena inysaAllah Allah yang memudahkan jalan kebaikan)

1. Niatkan ibadah untuk menuju pernikahan.
jangan salah niat mencari jodoh untuk dipilih2 terus, diseleksi-seleksi terus sampai2 malah pacaran tapi alasan nunda2 nikah. Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan, begitu juga tidak boleh bermaksiat delam proses ketaatan dalam ibadah.
Kenapa prosesnya harus dijaga keberkahan dan kemuliaannya, kalau saya sih agar kelak anak2 kita juga dapat mengambil contoh dg panutan yg nyata pada kedua org tuanya. Alasan utamannya adalah niat karena Allah.

2. Tetapkan kriteria dulu bukan orangnya dulu.
Misalnya antum sukanya atau nyamannya dengan yang sholih/shalihah (shalat tepat waktu, baca Alquran tartil dan istiqomah, hafalan Alquran terjaga ditambah hadist), wajah enak dipandang, suara lemah lembut tidak keras, bisa masak, sdh bekerja dan lain lain..
Setelah itu berkontemplasilah memahami diri sendiri kemudian harus sadar diri. Yang baik akan memilih yang baik juga. Maka sambil cari juga tetap memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.

3. Cari/incar yang sudah dikenal dg baik dan terjaga.
Jika kita sdh punya kriteria barulah mencari targetnya. Hal ini supaya kita tidak terpaku oleh orangnya, apalagi sampai2 maunya pokoknya sama si anu, gk mau sama yg lain. Jangan membatasi rezeki diri sendiri.
Naahh, seandainya klo kita sudah kenal orangnya yg memiliki kriteria yg kita idamkan, kita lebih mudah mantap melanjutkan prosesnya. Apalagi sudah kenal dengan orang tuanya, keluarganya. Tapi klo orgnya tidak mau / tidak berkenan yaa sudah jgn memaksa.

4. Jika belum kenal atau belum ada incaran, maka ajukan proposal perkenalan atau proposal ta'aruf.
Proposal ta'aruf berisi biodata pribadi yang diperlukan. Titipkan ke orang yang dipercaya, misalnya orang tua, kakak, paman, guru ngaji, sahabat dekat.
Saya dulu minta dikenalkan teman kos saya, siapa tahu ada temannya yg sdh siap nikah dan sedang cari jodoh.

5. Pilih karena agamanya, baru aspek lainnya.
Berdasarkan hadits yg dilihat adalah kecantikan, harta, keturunan dan agama. Maka utamakan agama karena aspek lainnya itu hanya aspek duniawi saja (meskipun perlu diperhatikan juga). Kecantikan akan berubah seiring waktu, harta tidak dibawa mati (kecuali diamalkan), keturunan pun tidak menjamin mewariskan ketaatan ibadah.
Klo saya dulu sih saya sederhanakan kriteria saya, yang penting ibadahnya baik dan menyenangkan jika dilihat (sikap dan paras wajanya), cukup, selebihnya bonus. Makin sederhana kriteria dlm memilih maka makin mudah, insyaAllah.

6. Nadzor, saling bertemu, melihat dan bertanya.
Proses ini dilalui jika sebelumnya tidak saling kenal, hanya tau dari tukar biodata ta'aruf. Maka untuk semakin meyakinkan/memantapkan diri harus bertemu. Tanyakan sudah siap menikah apa blm, sdh mendapat ijin dr org tua apa blm, klo sdh menikah mau tinggal dmn, mau bekerja seperti apa, ibadah sunnah yg sering dilakukan apa, coba baca Alquran gmn bacaannya, hobi yg disukai apa, dll..
Tapi klo sdh saling kenal bisa langsung aja ke rumah org tua/wali si akhwat bilang mau silaturahim tujuannya mau mengkhitbah/melamar anaknya atau si akhwatnya. Klo gak tau alamat rmhnya yaa tanya aja sm akhwatnya langsung. Klo gk dikasih yaa berarti antum ditolak. Cari yg lain.
Tujuan nadzor adalah mendapatkan kemantapan hati, sesuai hadist Nabi SAW. Jadi harus mantap lanjut atau mantap selesai.

7. Istikhoroh.
Lakukan shalat sunnah istikhoroh untuk memantapkan melangkah baik itu lanjut prosesnya atau selesai prosesnya (bukan untuk dapat wangsit yaa, misalnya mimpi dan semacamnya). Shalat ini bisa dilakukan beberapa kali supaya benar2 yakin mengambil keputusan. Jawaban istikhoroh adalah kemudahan atau kelancaran prosesnya yg dihajatkan.. klo prosesnya mudah atau lancar maka insyaAllah Allah yg memudahkan menunjukkan jalannya..
Baca dan hayati doa istikhoroh (cari aja sendiri di gugel).

8. Khitbah/lamaran.
Setelah yakin mantap maka segera lamar. Klo bisa dicapai yaa didatangi klo jauuuhh buanget yaa pakai telepon.
Saya dulu melamar dari Surabaya ke Medan cuman berdua dengan ditemani Ayah saya.
Ini sih isi acaranya tergantung kesepakatan dan tradisi. Tapi tetap diperhatikan tuntunan sunnah Rasul SAW dan bagaimana contoh para Sahabat.
Yang paling penting ada pernyataan melamar dan ada jawaban dari lamaran maka itu sah.
Jangan lupa ketika khitbah, langsung tentukan kapan tanggal pernikahan, supaya tidak tertunda2.
Sebenarnya sih baiknya ndk perlu ada foto2 berdua segala pamer cincin gt, karena masih lamaran tidak mengubah status haramnya mengumbar syahwat pada yg buka haknya. Bahkan ndk perlu tuker cincin juga (tp klo punya harta berlebih yaa monggo aja yg penting ikhlas). Allah yg membolak balik hati manusia.. belum tentu jg lanjut ke pelaminan oleh karena itu bersikap wajar saja itu sdh yg terbaik.

Yang terakhir, org pacaran dan orang yg melalui ta'aruf sama2 bisa menuju ke pernikahan, yang membedakan adalah keberkahan dan kemuliaan prosesnya. Apa Anda rela anak perempuan Anda diajak pacaran yg kita tidak tau dia diapa2in oleh pacarnya?..

Okee, cukup sekian dulu. Untuk proses nikahnya lain waktu yaa.. jadi buku ntr klo saya tulis semuanya.. ahaha..
Itu berdasarkan pengalaman saya dan sependek pengetahuan saya, jadi klo masih ada salah dan kurangnya yaa wajar, mohon dimaklumi..
Wallahua'alambishowab..

(Aditya Rahman Ernanto, Oktober 2018)

Rabu, 24 Oktober 2018

Tips memilih universitas bagi yg ingin berkarir menjadi dosen

Profesi dosen merupakan bidang pekerjaan yang dapat membuat kita terus berkembang untuk mencapai karir fungsional setinggi-tingginya, mulai dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, sampai menjadi guru besar/profesor.
Profesi dosen mirip seperti pekerja seni di dalam bidangnya. Dia belajar apa yg dia senangi, dia mengajar apa yang dia senangi dan berkarya di bidang yg dia ahli. Dosen dituntut untuk melakukan tridharma perguruan tinggi diantaranya mengajar, penelitian, dan pengabdian. Oleh karena itu untuk memenuhi tuntutan tersebut dimulai dari memilih Univ yang tepat untuk mendukung berkarir. Berikut ini saya berikan sedikit tips2 berdasarkan dari pengalaman pribadi agar tidak salah memilih univ untuk berkarir.

1. Pilih univ yang memiliki prodi sesuai minat/bidang yg ditekuni.
Jadi pertama harus kenali diri dahulu ingin apa, mau kemana, bisa apa, kurangnya apa, lebihnya apa. Agar bs mencapai potensi maksimal dalam berkontribusi dan berkarya. Misalnya Anda jurusan Biologi dengan minat keahlian Zoologi, maka jangan memilih prodi Biologi yg membuka lowongan untuk keahlian Botani. Anda akan sulit diterima, sulit beradaptasi dan sulit berkembang nantinya, sehingga akan terhambat perkembangan karirnya.

2. Cari info kesejahteraan, tunjangan, lihat sarana, fasilitas, gedung.
Biasanya univ yg memperhatikan kesejahteraan karyawannya memiliki sarana dan prasarana yg layak. Lihat kendaraan pejabat kampus, lihat fasilitas kelas dan laboratorium.

3. Lihat yg ada jurusan kedokterannya.
Pada umumnya hanya univ yg memiliki modal investasi besar yg bisa buka prodi kedokteran. Lihat biaya masuk kedokteran seberapa tinggi.

4. Lihat akreditasi Univ dan prodi yg dituju.
Akreditasi menandakan kualitas pelayanan pendidikan selama ini seperti apa. Nilai akreditas tinggi dapat mempengaruhi minat konsumen (masyarakat) untuk mendaftarkan diri ke univ tsb.

5. Lihat jumlah mahasiswa di prodi yg dituju.
Jika mahasiswanya banyak, berarti itu adalah prodi favorit atau unggulan di Univ tsb. Yang secara tidak langsung akan ada uang tambahan bila kelebihan jam mengajar. Cara lihat jumlah mahasiswa dalam prodi bisa melalui forlap dikti.

6. Pilih prodi yg ada pascasarjananya.
Supaya nantinya ketika sdh S3 bisa mengajar jg di situ.

7. Utamakan pilih univ PTN-BH, klo gk bisa pilih univ negeri biasa, klo gk bisa juga baru deh pilih yg swasta.
Meskipun ada jg univ swasta yg kualitas pelayanan pendidikan dan kesejahteraan karyawannya setara bahkan lebih baik dr univ negeri.

Okee, demikianlah sedikit tips untuk memilih univ bagi yg ingin berkarir sbg dosen.. akhir kata semoga dapat mengambil kebaikan-kebaikan yg ada, tiada niatan apapun selain semangat ingin berbagi, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada kekurangannya..
Huwallahu'alambishowab..

(Aditya Rahman Ernanto, Oktober 2018)